Rabu, 20 Agustus 2014

Apa itu Musik? [part 1]

Jika selama ini kita hanya tertarik untuk menikmati musik, mungkin ada baiknya untuk mengenali lebih filosofi terkait musik. Coba pikirkan jawaban untuk pertanyaan berikut:
  • Apa itu musik?
  • Apa hubungan musik dengan pikiran?
  • Apa yang musik berikan terhadap dunia kita?
  • Apa hubungan antara musik dengan emosi?
  • Apa makna yang terkait dengan musik?
Melalui pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti itu, beberapa pemikir di kehidupan kita mencoba merumuskan musik agar dapat dipelajari dan diresapi makna yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa pemikiran yang telah dihasilkan mengenai musik hingga saat ini.
Definisi Musik
Salah satu definisi paling umum dari musik adalah “suara yang teratur”. Namun, definisi ini sepertinya tidak memuaskan, terdapat banyak tipe dari suara yang teratur yang tidak anggap sebagai musik sebagaimana suara manusia atau dering alarm.
Kemudian, muncul lagi definisi berikutnya dari musik yaitu “musik adalah nada yang teratur”, sebagaimana yang diajukan oleh filsuf era-era awal. Tetapi, definisi tersebut terlalu sempit, dikarenakan ada banyak bentuk musik yang tidak menggunakan skala nada. Musik perkusif dan atonal musik misalnya, mereka hanya menggunakan tempo dan ketukan, tidak memiliki nada.
Kemudian, pemikir merumuskan aspek-aspek populer yang terdapat di musik yaitu: melodi, harmoni, ritme, dan timbre. Kemudian, berbagai bantahan muncul terhadap pemahaman aspek-aspek dari musik. Musique concrete misalnya, hanya berisi oleh contoh-contoh suara dari alam yang terkadang memiliki komposisi yang acak. Ambient music juga hanya terdiri dari rekaman kehidupan liar atau alam.
Kemudian pendefinisian musik kembali dipelopori oleh John Cage. Karyanya, 4’33″ merupakan kasus pengujian terhadap berbagai definisi dari musik. Ia menampilkan pertunjukan selama 4 menit 33 detik tanpa menimbulkan suara sama sekali. Cage bermaksud untuk menampilkan permainan musik, tetapi menampilkan lingkungan selama bermain musik. Menurutnya, selalu ada suara kemanapun kita pergi, dan tidak ada ruang pertunjukan yang benar-benar sunyi. John Cage percaya bahwa setiap suara seharusnya dianggap sebagai musik, dan ide ini terlihat dari berbagai karya yang ia ciptakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar